APA MANFAAT PROVINSI TAPANULI?

Oleh: Petrus M. Sitohang

pms-in-helmet1Berita mengenai Sumut akhir-akhir ini sarat dengan hujatan, cacian dan kecaman pada para penggagas dan anggota Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli. Hal ini sebagai dampak dari tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat saat terjadinya demonstrasi massa pendukung berdirinya provinsi Tapanuli hari Selasa 3 Feruari 2009 yang lalu. Hujatan itu justru sebagian besar datangnya dari orang-orang Batak yang ada diperantauan. Yang paling mengejutkan adalah komentar AP Batubara salah seorang petinggi DPP PDIP yang selain mengecam peristiwa demonstrasi itu juga menyatakan bahwa selama ini pembangunan di Tapanuli berjalan baik-baik saja, infrastruktur bagus dan oleh karena itu tidak perlu ada provinsi baru. Pernyataan ini aneh karena justru rekan separtainya sendiri di DPR RI yaitu M. Fakhruddin yang berulang-ulang memberikan dukungan bulat bagi perjuangan pembentukan provinsi Tapanuli karena telah menyaksikan sendiri betapa tertinggalnya daerah itu. Pernyataan AP Batubara mengenai inftrasutruktur di Tapanuli yang tidak bermasalah adalah ibarat kata pepatah jauh panggang dari api. Jangan-janganĀ AP Batubara tidak pernah ke Tapanuli dalam 20 tahun terakhir.

Sangat disayangkan memang bahwa demonstrasi yang merupakan elemen sah dalam sistim yang demokratis dinodai oleh tindakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Namun dalam masyarakat yang madani setiap pelanggaran hukum terutama yang ditimbulkan oleh massa hendaknya tidak buru-buru disimpulkan sebagai kesalahan pihak tertentu sebelum proses penyidikan aparat yang berwenang berjalan.

Kembali ke perdebatan apakah provinsi Tapanuli merupakan sebuah kebutuhan dan dapat membantu membawa Tapanuli keluar dari kungkungan kemiskinan atau berdirinya provinsi itu hanya akan dimanfaatkan segelintir orang yang akan menjadi pejabat?

Catatan ini ingin memberikan alasan-alasan bagaimana sebuah provinsi Tapanuli akan bermanfaat bagi Tapanuli dan negara RI secara umum.

Tidak bisa disangkal bahwa selama 60 tahun menjadi bagian provinisi Sumatera Utara Tapanuli hanya merupakan halaman belakang dari provinsi Sumut. Ini bisa terjadi karena berbagai hal antara lain:
1. Daerah Tapanuli jauh dari Medan, jalan menuju ke sana melelahkan karena harus melewati medan jalan dan medan yang berat;
2. Tapanuli sulit ditawarkan ke investor karena hasil tambangnya tidak ada, tidak cocok untuk pertanian karena lahannya tidak datar dan sulit diolah;
3. Sifat masyarakatnya yang tertutup sehingga tidak ramah bagi pendatang;

Hal-hal tersebut di atas merupakan beberapa faktor yang membuat Tapanuli semakin lama semakin menjadi kubang kemiskinan di Sumut yang akhirnya membuat Gubernur Sumut di Medan semakin lama-semakin enggan mau berkunjung apalagi menginap dii Tapanuli.

Berdirinya provinsi Tapanuli akan menjadi katalisator bagi pembangunan Tapanuli dengan jalan berikut ini:

I. Gubernur Tapanuli akan tinggal dan bekerja di Tapanuli dengan SKPD tingkat provinsi untuk mengkoordinir para Bupati secara lebih dekat dan lebih intens. Persoalan dalam era otonomi daerah saat justru terletak pada lemahnya koordinasi antara bupati dan walikota yang ada di satu provinsi. Para Bupati dan Walikota merasa tidak perlu mengkoordinasikan APBD dan RKPDnya dengan bupati dan walikota tetangganya. Dengan memiliki Gubernur Tapanuli sendiri akan membuatnya lebih dekat dengan para bupati dan walikota yang ada di Tapanuli dan akan lebih mudah untuk mengkoordinasikan RKPD semua kabupaten/ kota dengan RKPD Provinsi.

II. Kemiskinan dan persoalan pembangunan dari Tapanuli akan lebih cepat sampai ke pusat jika diperlukan karena tidak harus melalui saringan prioritas Gubernur Sumut ketika akan membawanya ke Jakarta.

III. Tambahan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus dari APBD serta program-program dekonsentrasi dari dana APBN akan menjadi stimulus bagia pembangunan Tapanuli. Jika ada yang menganggap DAU dan DAK serta dana dekonsentrasi dari pusat ke Tapanuli sebagai sesuatu yang memalukan, ini merupakan pendapat yang tidak memahami prinsip dan praktet sistim keuangan pusat dan daerah yang berlaku di Indonesia.

IV. Dengan Gubernur yang lebih dekat dengan desa-desa tertinggal di Tapanuli yang tinggal di gubug-gubug reyot, beralaskan tanah dan hanya makan ubi rebus karena tidak mampu membeli beras, maka dia akan lebih mampu merasakan persoalan yang dihadapi rakyatnya. Hanya Gubernur yang tuli dan buta hatilah yang akan tetap tenang tinggal di kantor dan rumah kegubernurannya tanpa merasa terbebani dengan ketertinggalan di provinsinya.

V. Gubernur dan DPRD Provinsi Tapanuli akan membuatnya bekerja keras untuk mendatangkan investor atau paling tidak tamu-tamu untuk berkunjung ke Tapanuli untuk kunjungan kerja atau berlibur…sebuah kesempatan yang sangat diperluakan untuk mempromosikan keindahan bumu Tapanuli.

Memang ada beberapa ekses pemekaran daerah. Tetapi sejauh ini pemekaran provinsi yang sudah berjalan terbukti mampu berjalan dengan baik. Kita lihat Gorontalo berhasil dengan baik begitu juga dengan Banten, Bangka Belitung, Papua Barat, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat.

Sebuah Tapanuli yang tertinggal memang akan menjadi beban bagi provinsi Sumut dan Republik ini. Tetapi sebaliknya sebuah Provinsi Tapanuli yang sejahtera akan menjadi asset bagi negara dan lebih baik bagi provinsi Sumut sendiri. Seharusnya menjadikan Tapanuli sebagai provinsi yang sejahtera harus menjadi panggilan jiwa semua yang merasa dirinya orang Tapanuli meskipun sekarang dia sudah sukses dan hidup nyaman di luar Tapanuli.

Saya merasa malu menjadi orang Tapanuli yang berhasil di perantauan tetapi setiap kali harus menanggung beban perasaan ketika ada anggota keluarga dari Tapanuli dengan segala ketertinggalannya datang meminta bantuan untuk dicarikan pekerjaan di tanah perantauan ini. Faktanya, ternyata setelah mereka bekerja di luar Tapanuli mereka bisa menjadi pekerja yang baik. Jadi kalau ada tudingan yang menyebutkan manusia Tapanuli tidak baik, bagi saya itu merupakan pernyataan yang tidak berdasar…Karena di hampir semua sektor di Indonesia saat ini, manusia-manusia Tapanuli merupakan bagian dari golongan top 10% dari pemimpinnya. Ketika saya menjadi manajer personalia di sebuah perusuhaan PMA, saya malah dituding promordialis karena banyak manajer eksekutif yang direkruit di persahaan tempat saya bekerja saat itu dari etnis suku-suku Tapanuli. Padahal saya sebagai personalia hanya merupakan satu dari anggota interviewer committee, dan bahkan bukan pemutus akhir. Kesimpulan saya “there must have been something gone wrong” di Tapanuli dan itu terbukti secara empirik bukan faktor manusianya.

Bagi saya jelaslah bahwa kehadiran seorang Gubernur Tapanuli di provinsi Tapanuli adalah merupakan sebuah jalan keluar dari kemandegan pembangunan yang mengakibatkan Tapanuli menjadi peta kemiskinan selama 60 tahun lebih menjadi bagian dari provinsi Sumatera Utara. Jadi menurut saya jika kita tidak bisa menawarkan solusi dari kemandegan pembangunan di Tapanuli selama ini, berhentilah menghujat para pemrakarsa pembentukan provinsi Tapanuli. Berhentilah menjadi penonton pertandingan sepakbola yang merasa diri lebih pintar dari pemain yang tidak bisa menciptakan gol… Kalaupun ada yang salah, niat mereka sudah baik. Caranya mungkin harus diperbaiki. Mari kita perbaiki bersama-sama.

Jangan hanya bisa “menepuk air didulang, karena akan terpercik muka sendiri…”.

*) Petrus M. Sitohang, seorang akuntan, bekerja pada sebuah PMA di FTZ Batam Bintan Karimun di P. Bintan dan konsultan DPRD Tanjungpinang khusus untuk masalah-masalah anggaran dan keuangan daerah.

3 thoughts on “APA MANFAAT PROVINSI TAPANULI?

  1. Agus Rumapea

    Setuju sekali abang, saya pribadipun heran kenapa orang-orang tapanuli yang punya “nilai tawar” di negeri ini seakan tutup mata dengan pemekaran PROTAP.

    Yang paling saya herankan, kalau kita berselancar di dunia maya, akan banyak sekali tulisan yang menyatakan orang toba suka sekali mendominasi ke-BATAK-an dan ke-TAPANULI-an. Tetapi herannya, pihak-pihak yang keberatan ini tidak senang disebut BATAK dan tidak setuju pula dibentuk PROTAP. Kalau tidak suka disebut Batak, jangan keberatan kalau orang lain suka disebut Batak. Kalau tidak setuju dengan Protap, jangan keberatan orang batak bercita-cita membentuk PROTAP.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s