RIZAL MALLARANGENG 2009

Rizal Mallarangen di Pulau Banda Maluku

Rizal Mallarangeng di Pulau Banda Maluku

Oleh: Petrus M. Sitohang

Kalau kita perhatikan ada sebuah fenomena baru dalam pentas perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini. Bukan tentang partai-partai politik baru yang akan turut berlaga meramaikan pesta demokrasi Indonesia tahun depan. Ia adalah seorang figur muda yang bernama Andi Rizal Mallarangeng atau lebih populer dikenal dengan nama Rizal Mallarangeng saja. Rizal dilahirkan di Makassar 29 Oktober 1964 dari pasangan Andi Mallarangeng dan Andi Asny. Dia memperoleh gelar sarjana Ilmu Sosial dan Politik dari Universitas Gajah Mada dan PhD. dari OSU Columbia Amerika Serikat.

Rizal Mallarangeng dikenal publik Indonesia sebagai penulis dan komentator masalah-masalah politik Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur sebuah LSM Freedom Institute dan staff ahli Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada kabinet presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejak dua bulan terakhir ini pemirsa televisi atau pembaca media cetak di Indonesia disuguhi sebuah iklan yang tidak umum. Rizal mendeklarasikan kesiapannya untuk menjadi pemimpin nasional Indonesia. Dengan kata yang lebih lugas di websitenya Rizal menyebut kesiapannya untuk dipilih menjadi calon presiden Indonesia dalam pemilu tahun 2009.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan Rizal untuk melakukan ini semua. Pertama, Rizal menilai kalau konstituen Indonesia hanya disodori pilihan yang itu-itu saja seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Sukarnoputri, Abdurrahman Wahid, Amin Rais dan Wiranto, Indonesia tidak akan maju atau malah stagnan. Menurut Rizal, dunia bergerak terus dan Indonesia harus turut bergerak dan berubah. Dalam pemahaman Rizal perubahan itu dimaksudkan sebagai perlunya perubahan kepemimpinan dari golongan tua kepada yang muda. 

Kedua, Rizal dimotivasi oleh perubahan kepemimpinan di Rusia yang saat ini dipimpin oleh tokoh muda yaitu presiden Dmitry Medvedev  yang saat ini baru berusia 44 tahun dan keberhasilan Barack Obama menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat.  Kedua perubahan tersebut dimotori oleh generasi pemimpin muda yang berhasil menngkatkan antusiasme publik di kedua negara besar tersebut pada politik.

Sebenarnya publik di Indonesia masih sulit untuk mengetahui gambar besar gagasan yang ingin diusung oleh Rizal untuk pantas mendapat dukungan rakyat Indonesia seperti yang didapatkan oleh Medvedev di Rusia atau Obama di Amerika. Kondisi kedua tokoh dari dua negara besar itupun ketika maju dalam pemilihan presiden di negaranya berbeda jauh dari kondisi Rizal Mallarangeng saat ini. Medvedev adalah mantar Perdana Menteri pada masa kepemimpinan Presiden Putin yang juga berperan besar mendukungnya dalam pemilu presiden Rusia. Obama adalah aktivis sosial yang sejak kuliah sudah menunjukkan tanda-tanda sebagai calon tokoh besar ketika dia tampil sebagai mahasiswa kulit hitam pertama menjadi ketua organisasi mahasiswa fakultas hukum di Harvard yang prestisius itu. Saat ini Obama adalah seorang Senator Amerika Serikat yang sejak awal sudah menunjukkan gagasan orisinalnya di tengah-tengah landsekap politik Amerika yang disebutnya telah mejadi “kuburan bagi gagasan-gagasan cemerlang Amerika”. Dengan latar belakang seperti itu, publik di Rusia dan Amerika telah memiliki gambar besar pemimpin yang akan mereka pilih saat pemilu tiba.

Apa yang telah diperbuat seorang Rizal Mallarangeng selama ini. Ya dia memang seorang mahasiswa yang cerdas. Komentator politik yang disukai. Dia adalah seorang muda yang terdidik dan santun. Dia memahami inspirasi terdalam sejarah kebangkitan nasional dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namum hanya itu yang sejauh ini telah dia buktikan. Dan Rizal juga bukan pengurus teras sebuah partai politik Indonesia yang turut belaga dalam Pemilu tahun 2009 nanti.

Apakah itu cukup bagi konstituen Indonesia untuk mengalihkan pandangan kepada Rizal? Apakah itu semua akan cukup meyakinkan bagi partai politik yang memiliki hak untuk mengajukan seorang calon presiden untuk dipilih dalam pemilu tahun depan? Tanpa bermaksud mengurangi apa yang telah dilakukan dan dicapai Rizal selama ini, termasuk iklan-iklannya di media masa Indonesia akhir-akhir ini yang sangat inspirasional itu, rasanya Rizal masih jauh dari kaliber seorang Medvedev atau Barack Obama.

Namun satu hal yang sangat jelas bagi bangsa ini, dan yang mungkin membuat kehadiran seorang Rizal Mallarangeng menjadi relevan adalah bahwa stok calon-calon pemimpin Indonesia  yang selama ini mendominasi pemberitaan media massa nasional seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati SUkarnoputeri, Gus Dur, amin Rais dan Wiranto sudah sepantasnya turun. Selama sepuluh tahun ini mereka telah terbukti tidak punya komptensi atau integritas yang memadai untuk memimpin negara besar dengan kekayaan alam yang sangat besar ini. Mereka semua telah gagal untuk memanfaatkan momentum reformasi yang dibayar dengan ribuan nyawa mahasiswa, anak-anak, perempuan, suami, isteri dan orang-orang tua tak berdosa pada saat awal gerakan reformasi tahun 1998 yang lalu.

Dalam perspektif inilah tawaran Rizal untuk meminta diberi kesempatan  memimpin negeri ini menjadi layak untuk dipertimbangkan. Saya ingin mendoakan semoga banyak orang Indonesia lainnya sejalan pemikirannya dengan saya. Dan saya ingin mendoakan agar Rizal berhasil dengan selamat dan baik-baik selalu.

HORAS saudaraku Rizal Mallarangeng!

Petrus M. Sitohang, seorang akuntan lulusan Universitas Brawijaya Malang. Saat ini bekerja pada sebuah PMA di Kawasan Perdagangan Bebas Bintan dan Tenaga Ahli DPRD Tanjungpinang khusus untuk masalah-masalah anggaran dan keuangan daerah. Juga aktif sebagai Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Prov. Kepulauan Riau dan Wakil Ketua DPD KNPI Prov. Kepulauan Riau.

5 thoughts on “RIZAL MALLARANGENG 2009

  1. Gregor

    Kelihatannya opini diatas benar, tetapi perlu kita memandang dalam dimensi yg lebih luas. Pergantian/pencalonan pemimpin hanya melihat tua-muda tidak begitu signifikan. Walaupun memang relatif yg muda lebih berani, tetapi sama saja kalau tidak bijaksana, salah-salah bisa fatal. Sudah banyak bukti-bukti yang kita temukan dalam bangsa ini orang-orang yg tadinya vokal, setelah duduk di lembaga pemerintah justru melempem tak punya nyali dan cari aman dan akhirnya ganti nama pak Cariaman, apakah kita tidak sadar akan kebodohan bangsa ini selama ini atas fakta2 tersebut?. Pemimpin yang kita harapkan adalah yg memiliki visi kedepan, yang mampu merangkul seluruh komponen bangsa namun tanpa kompromi dengan ketidakadilan, tetapi yang selalu giat menyuarakan kebenenaran, keadilan, tetapi juga RENDAH HATI. Memiliki program mengoptimalkan sumber daya bangsa demi kemajuan bangsa.

    Reply
  2. Hiras T.H Purba

    Sayang baru-baru ini beliau sudah mengundurkan diri dari pertarungan dengan alasan popularitasnya belum cukup untuk mengalahkan beberapa tokoh (Megawaty, SBY), padahal saya mengharapkan munculnya tokoh-tokoh muda nasionalis untuk bersaing pada Pilpres 2009.
    Semoga pada Pilpres 2009, tokoh muda yang “masih” idealis bermunculan dan bisa memimpin bangsa ini ke depan.

    Reply
  3. SUTRISNO TAMBUNAN

    orang-orang yang menolak pembentukan prota adalah orang -oramg primitif krn tapanuli kan luas! jd sudah layak untuk membentuk propinsi baru krn kalau tapanuli tetap brda dlm asuhan sumut maka akan bnyk daerah tapanuli yang tertinggal . lebi baik propinsi mya kecil tapi berkembang…… hidup PROTAP…!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s