Bahasa Batak

October 20, 2010

Dalam kehidupan orang batak, bahasa adalah satu dari beberapa komponen citra batak. Bahasa batak apabila diperhatikan dengan seksama memiliki arti dan makna yang cukup dalam. Cukup banyak kosakata batak yang tidak dapat diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Pada jaman sekarang pergeseran demi pergeseran telah terjadi, khususnya dalam penggunaan bahasa batak. Bahasa dianggap hanya sebagai sebuah komponen yang tidak mengikuti jaman, yang tidak cocok dengan anak muda, yang ketinggalan, dsb. Diakui atau tidak generasi mudah lebih memilih menggunakan bahasa indonesi, inggris, dan yang terbaru adalah bahasa “alay (gaul)”.

Tidak sedikit dari generasi muda batak yang sama sekali tidak mengerti akan bahasa batak, dan apa yang terjadi adalah kesenjangan dan kerenggangan. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan dan kerenggangan? Mereka adalah kondisi yang tercipta antara generasi muda dan generasi tua, dimana oleh faktor bahasa generasi tua dianggap kolot, tidak mengikuti jaman atau bahkan mereka generasi muda yang fasih berbahasa batak dianggap belum maju, masih dari huta-huta.

Pernah suatu kali dalam perbincangan saya menuturkan bahwa teman dan rekan muda batak harus belajar baik menulis, membaca dan mengucapkan bahasa batak. Response yang cukup dingin dilontarkan oleh sebagian dari mereka. Pendapat bahwa bahasa tidaklah terlalu penting dan dinomor sekiankan membuat kemunduran pada jiwa batak itu sendiri.

Bahasa yang dinomor sekiankan dari beberapa komponen nantinya bisa akan sirna dan tidak seorangpun akan tau. Tolak ukur kebatakan sekarang hanya dipatokkan ke dalam marga dan silsilah keluarga. Namun kedua faktor itupun lambat laun semakin memudar dan tidak terlalu dipentingkan.

Pesatnya perkembangan teknologi dan pergaulan yang menuntut kecakapan dan keterampilan berbahasa asing menuntut setiap individu generasi batak untuk bisa bersaing dan berkompetisi. Semua orang berlomba kursus bahasa asing, namun sangat sedikit atau bahkan tidak mendapat pengajaran bahasa batak di rumah atau lingkungan mereka bergaul.

Bahasa batak adalah sebuah kunci pergaulan, kunci persahabatan, identitas kita batak kemanapun kita melangkah. Kemunduran yang terjadi pada generasi-generasi muda sudah mulai terlihat, bahasa batak apakah hanya akan menjadi tinggal kenangan? Tantangan ke depan ada pada setiap individu batak khususnya.

Sebagaimana bisa kita lihat pada acara pernikahan adat batak, seharusnya adalah bahasa batak dalam mengucapkan ikrar-nya, namun karena dengan alasan tidak mengerti bahasa batak, semuanya dalam bahasa Indonesia. Dalam hal-hal lain juga tentunya sudah terlihat.

Akhir kata saya hanya menitipkan pesan buat kita generasi muda, bahasa bukanlah suatu keharusan, tetapi suatu kewajiban. Kita batak adalah yang sangat menjunjung tinggi harga diri, bahasa adalah harga diri juga, bahasa tidak pernah membuat malu, tetapi pemersatu. MAMPUKAH KITA MENJAGANYA?

 

Marsomba sampuluh jari-jari

Pasampulusadahon simanjujung

Mangido maaf ma au anggo adong na maralo tu roha muna

 

by : Pesta Ferdinan Sitohang

20/10/2010


MASSA SOLIDARITAS PEDULI TAPETENG DAN USKUP SIBOLGA SERTA USTADZ SODIKIN LUBIS BERUNJUK RASA UNTUK MENDUKUNG P. RANTINUS MANALU, Pr.

January 15, 2010

Uskup Mgr Dr Ludovicus Simanullang OFM Cap Keuskupan Sibolga didampingi Pastor Ratinus Manalu Pr dan Ustad M Sodikin Lubis SAg meyampaikan orasi/himbauan di tengah massa Solidaritas Peduli Tapteng yang berunjuk rasa di Mapoldasu Sumut di Medan, Kamis (14/1). Uskup datang ke Mapoldasu Sumut bukan Maksud demo tetapi untuk mendampingi Pastor-nya (Rantinus Manalu Pr) yang sedang diperiksa Polisi. (Foto SIB/Jhon Manalu)

Medan (SIB), 15 Januari 2010

Sejumlah masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Tapteng, Kamis (14/1) berunjukrasa di Mapoldasu meminta penghentian kriminalisasi terhadap pejuang kemanusiaan sekaligus memberikan dukungan kepada Pastor Rantinus Manalu Pr, yang menjalani pemeriksaan di Direktorat Reskrim Poldasu sebagai tersangka perambahan hutan Register 47 di Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapteng. Pada kesempatan itu, Uskup Sibolga Dr Ludovicus Simanullang OFM Cap, juga datang ke Mapoldasu untuk mendampingi pastornya yang konsisten membela kepetingan rakyat miskin yang tertindas di Tapteng menjalani pemeriksaan. Read the rest of this entry »


HARI INI P. RANTINUS MANALU, Pr. (PEJUANG HAM TAPTENG) DIPERIKSA LAGI DI MAPOLDASU

January 14, 2010

Oleh: Limantina Sihaloho

P. Rantinus Manalu, Pr.

Hari ini, 14 Januari 2010, Pejuang HAM Tapanuli Tengah, Pastor Rantinus Manalu Pr dari Komisi Justice and Peace Keuskupan Sibolga, kembali menghadap kepolisian negara di Markas Besar Kepolisian Sumatera Utara (Mapoldasu). Ini pemeriksaan kedua terhadap Pastor Rantinus dengan tuduhan merambah hutan register 47 di Barus Utara, Tapanuli Tengah (Tapteng). Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapteng melaporkan Pastor ini bersama dengan Robinson Tarihoran (Ketua Kelompok Tani Rap Martua di Barus Utara) sebagai tersangka tindak pidana tanpa ada berita pemeriksaan acara (BAP). Tiba-tiba saja langsung menjadi tersangka tindak pidana. Read the rest of this entry »


ECENG GONDOK TAO TOBA

November 2, 2009

Oleh:  Sal Hutahaean

burung dan ecenggondok1

Seekor burung manuk-manuk sedang mencari makan di sebuah koloni eceng gondok di sekitar Tabo Cottage Tuktuk Samosir (Foto: Petrus M. Sitohang)

Salah satu masalah yang sering dikemukakan oleh orang yang mencintai Danau Toba adalah masalah enceng gondok. Tumbuhan air yang cantik ini tampaknya mulai bikin gondok orang, karena mereka berkembang-biak sangat cepat dan mengurangi keindahan danau. Berita2 tentang kolonisasi danau oleh enceng gondok yang dikatakan dapat mengubah danau menjadi daratan membuat eceng gondok benar2 jadi momok menakutkan. Read the rest of this entry »


SAVE LAKE TOBA COMMUNITY GATHERING

May 28, 2009

save lake toba gathering


KONFERENSI INTERNASIONAL DANAU TOBA, SEBUAH HARAPAN

April 4, 2009

 Oleh: Petrus M. Sitohang

Panorama Danau Toba Dilihat Dari Lintong Nihuta (Foto: Johnny Siahaan)

Panorama Danau Toba Dilihat Dari Lintong Nihuta (Foto: Johnny Siahaan)

Saya memulai aktifitas blogging sejak awal tahun 2007. Sejak saat itu saya berjumpa dengan banyak teman-teman yang dengan mereka saya menemukan banyak kesamaan (share common things). Perkenalan dengan mereka, walau masih sebatas di dunia maya bagi saya sangat berarti.

  Read the rest of this entry »


DICARI, ORANG BALI YANG MAU NGURUSI PARIWISATA DANAU TOBA

March 30, 2009

effendy-naibahoOleh Efendy Naibaho

SUDAH dua kali secara resmi saya mengusulkan di pertemuan formal Komisi E DPRD Sumatera Utara dengan Pemerintah Provinsi Bali agar staf di dinas pariwisata Bali mau menjadi kepala dinas pariwisata Sumatera Utara. Untuk apa? Ya, untuk mengelola dan memenej agar pariwisata Sumatera Utara khususnya pariwisata di Danau Toba bisa meniru pariwisata di Bali. Read the rest of this entry »


Kampanye Peduli Kelestarian Danau Toba

March 28, 2009

poster-selamatkan-danau-toba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengasuh blog PRO TAPANULI meminta Pemerintah RI, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota sekitar Danau Toba, Pemerintah Prop. Sumatera Utara, Pengusaha, Organisasi Kemasyarakatan, Partai Politik dan masyarakat Tapanuli untuk mendukung kampanye peduli pelestarian lingkungan Danau Toba yang digagas oleh Komunitas Save Lake Toba.


Wawancara Luhut Panjaitan Dengan TV One Soal Protap

February 13, 2009

Jakarta (SIB)

Rabu (11/2) Letjend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan memberikan wawancara dalam acara dialog di TV One,  sekitar perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli dan kerusuhan yang terjadi di DPRDSU tanggal 3 Pebruari 2009 yang lalu. Wawancara TV yang mengungkapkan banyak hal, kami kutip selengkapnya di bawah ini.

Luhut : Beberapa tahun yang lalu mereka datang ke saya, saya tanya, kita ini mau mendirikan Provinsi Tapanuli, sudah lama kalau tidak salah sudah 7 tahun lamanya. Jadi saya tanya, apakah kalian sudah melakukan penelitian mengenai pembentukan Provinsi Tapanuli. Mereka katakan sudah, mereka sudah melakukan penelitian dengan Universitas Gajah Mada, bahwa layak menjadi provinsi. Tetap alasan pertama, kenapa kalian ingin pembentukan provinsi gitu ? ya pembangunan di kampung kami sangat tertinggal pak, gitu. Dan itu betul menurut saya, karena kontrol dari besarnya Sumatera Utara itu, membuat sedemikian rupa bagaimanapun pembangunan itu akan tertinggal dari tempat lain, itu terbukti. Saya bilang, kalau kalian sepakat ? Ya silahkan saja, itukan hak kalian. Read the rest of this entry »


APA MANFAAT PROVINSI TAPANULI?

February 10, 2009

Oleh: Petrus M. Sitohang

pms-in-helmet1Berita mengenai Sumut akhir-akhir ini sarat dengan hujatan, cacian dan kecaman pada para penggagas dan anggota Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli. Hal ini sebagai dampak dari tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat saat terjadinya demonstrasi massa pendukung berdirinya provinsi Tapanuli hari Selasa 3 Feruari 2009 yang lalu. Hujatan itu justru sebagian besar datangnya dari orang-orang Batak yang ada diperantauan. Yang paling mengejutkan adalah komentar AP Batubara salah seorang petinggi DPP PDIP yang selain mengecam peristiwa demonstrasi itu juga menyatakan bahwa selama ini pembangunan di Tapanuli berjalan baik-baik saja, infrastruktur bagus dan oleh karena itu tidak perlu ada provinsi baru. Pernyataan ini aneh karena justru rekan separtainya sendiri di DPR RI yaitu M. Fakhruddin yang berulang-ulang memberikan dukungan bulat bagi perjuangan pembentukan provinsi Tapanuli karena telah menyaksikan sendiri betapa tertinggalnya daerah itu. Pernyataan AP Batubara mengenai inftrasutruktur di Tapanuli yang tidak bermasalah adalah ibarat kata pepatah jauh panggang dari api. Jangan-jangan AP Batubara tidak pernah ke Tapanuli dalam 20 tahun terakhir. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.