ECENG GONDOK TAO TOBA

November 2, 2009

Oleh:  Sal Hutahaean

burung dan ecenggondok1

Seekor burung manuk-manuk sedang mencari makan di sebuah koloni eceng gondok di sekitar Tabo Cottage Tuktuk Samosir (Foto: Petrus M. Sitohang)

Salah satu masalah yang sering dikemukakan oleh orang yang mencintai Danau Toba adalah masalah enceng gondok. Tumbuhan air yang cantik ini tampaknya mulai bikin gondok orang, karena mereka berkembang-biak sangat cepat dan mengurangi keindahan danau. Berita2 tentang kolonisasi danau oleh enceng gondok yang dikatakan dapat mengubah danau menjadi daratan membuat eceng gondok benar2 jadi momok menakutkan. Read the rest of this entry »


SAVE LAKE TOBA COMMUNITY GATHERING

May 28, 2009

save lake toba gathering


KONFERENSI INTERNASIONAL DANAU TOBA, SEBUAH HARAPAN

April 4, 2009

 Oleh: Petrus M. Sitohang

Panorama Danau Toba Dilihat Dari Lintong Nihuta (Foto: Johnny Siahaan)

Panorama Danau Toba Dilihat Dari Lintong Nihuta (Foto: Johnny Siahaan)

Saya memulai aktifitas blogging sejak awal tahun 2007. Sejak saat itu saya berjumpa dengan banyak teman-teman yang dengan mereka saya menemukan banyak kesamaan (share common things). Perkenalan dengan mereka, walau masih sebatas di dunia maya bagi saya sangat berarti.

  Read the rest of this entry »


DICARI, ORANG BALI YANG MAU NGURUSI PARIWISATA DANAU TOBA

March 30, 2009

effendy-naibahoOleh Efendy Naibaho

SUDAH dua kali secara resmi saya mengusulkan di pertemuan formal Komisi E DPRD Sumatera Utara dengan Pemerintah Provinsi Bali agar staf di dinas pariwisata Bali mau menjadi kepala dinas pariwisata Sumatera Utara. Untuk apa? Ya, untuk mengelola dan memenej agar pariwisata Sumatera Utara khususnya pariwisata di Danau Toba bisa meniru pariwisata di Bali. Read the rest of this entry »


Kampanye Peduli Kelestarian Danau Toba

March 28, 2009

poster-selamatkan-danau-toba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengasuh blog PRO TAPANULI meminta Pemerintah RI, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota sekitar Danau Toba, Pemerintah Prop. Sumatera Utara, Pengusaha, Organisasi Kemasyarakatan, Partai Politik dan masyarakat Tapanuli untuk mendukung kampanye peduli pelestarian lingkungan Danau Toba yang digagas oleh Komunitas Save Lake Toba.


Wawancara Luhut Panjaitan Dengan TV One Soal Protap

February 13, 2009

Jakarta (SIB)

Rabu (11/2) Letjend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan memberikan wawancara dalam acara dialog di TV One,  sekitar perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli dan kerusuhan yang terjadi di DPRDSU tanggal 3 Pebruari 2009 yang lalu. Wawancara TV yang mengungkapkan banyak hal, kami kutip selengkapnya di bawah ini.

Luhut : Beberapa tahun yang lalu mereka datang ke saya, saya tanya, kita ini mau mendirikan Provinsi Tapanuli, sudah lama kalau tidak salah sudah 7 tahun lamanya. Jadi saya tanya, apakah kalian sudah melakukan penelitian mengenai pembentukan Provinsi Tapanuli. Mereka katakan sudah, mereka sudah melakukan penelitian dengan Universitas Gajah Mada, bahwa layak menjadi provinsi. Tetap alasan pertama, kenapa kalian ingin pembentukan provinsi gitu ? ya pembangunan di kampung kami sangat tertinggal pak, gitu. Dan itu betul menurut saya, karena kontrol dari besarnya Sumatera Utara itu, membuat sedemikian rupa bagaimanapun pembangunan itu akan tertinggal dari tempat lain, itu terbukti. Saya bilang, kalau kalian sepakat ? Ya silahkan saja, itukan hak kalian. Read the rest of this entry »


APA MANFAAT PROVINSI TAPANULI?

February 10, 2009

Oleh: Petrus M. Sitohang

pms-in-helmet1Berita mengenai Sumut akhir-akhir ini sarat dengan hujatan, cacian dan kecaman pada para penggagas dan anggota Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli. Hal ini sebagai dampak dari tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat saat terjadinya demonstrasi massa pendukung berdirinya provinsi Tapanuli hari Selasa 3 Feruari 2009 yang lalu. Hujatan itu justru sebagian besar datangnya dari orang-orang Batak yang ada diperantauan. Yang paling mengejutkan adalah komentar AP Batubara salah seorang petinggi DPP PDIP yang selain mengecam peristiwa demonstrasi itu juga menyatakan bahwa selama ini pembangunan di Tapanuli berjalan baik-baik saja, infrastruktur bagus dan oleh karena itu tidak perlu ada provinsi baru. Pernyataan ini aneh karena justru rekan separtainya sendiri di DPR RI yaitu M. Fakhruddin yang berulang-ulang memberikan dukungan bulat bagi perjuangan pembentukan provinsi Tapanuli karena telah menyaksikan sendiri betapa tertinggalnya daerah itu. Pernyataan AP Batubara mengenai inftrasutruktur di Tapanuli yang tidak bermasalah adalah ibarat kata pepatah jauh panggang dari api. Jangan-jangan AP Batubara tidak pernah ke Tapanuli dalam 20 tahun terakhir. Read the rest of this entry »


TUKTUK SAMOSIR

February 9, 2009

tuktuk_samosir_charlie-m-sianipar

Tuktuk Samosir difoto dari udara (Foto: Charlie M. Sianipar)


MENGAPA PROVINSI TAPANULI DITOLAK?

February 9, 2009

Oleh:  Petrus M. Sitohang

Berita meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat pada saat unjuk rasa massa pendukung pembentukan provinsi Tapanuli di Medan hari Selasa tanggal 3 Februari 2009 yang lalu di Medang sangat mengejutkan dan mengguncang perasaan.

Perjuangan pembentukan provinsi Tapanuli sudah lama dilakukan dan sejauh ini berlangsung dengan aman. Demonstrasi memang terjadi beberapa kali. Tetapi demonstrasi adalah bagian yang sah dari demokrasi. Jika aspirasi yang disampaikan oleh wakil-wakilnya di lembaga legislatif kurang membawa hasil, maka demostrasi adalah alat yang sah untuk mengartikulasikan aspirasi. Read the rest of this entry »


IS THERE A BATAK HISTORY?

August 15, 2008

By: Anthony Reid

Working Papers Series No. 78, Asia Research Institute, National University of Singapore

The 8-10 million Bataks of northern Sumatra are one of Indonesia’s most important and intriguing groups. They have clearly been in Sumatra for thousands of years. They have attracted a large number of studies of religion and missiology, and a few good ethnological and language studies. Yet they remain a people without history. It seems a classic case of Eric Wolf’s argument, in Europe and the People Without history, that the neglect of the history of such stateless people was not just an absence but a distortion.2 Ethnographers and colonial officials of the nineteenth and twentieth centuries created such categories as highlanders, primitives, proto-Malays, and indeed Bataks as ethnic categories, and assumed their unchanging isolation from the currents of world history. But the Bataks, who were forcibly brought into the scholarly world’s consciousness at that stage were, to follow Wolf’s argument, already wholly transformed by international influences – their ‘isolation’ was itself an historical process. Read the rest of this entry »